Jakarta โ Profesi chef tak selalu berakhir di dapur hotel atau restoran besar. Dengan pengalaman yang matang, banyak chef justru memilih membuka usaha sendiri. Hal inilah yang dilakukan oleh Joseph Khow, mantan chef restoran Chinese ternama yang kini sukses menjalankan bisnis nasi goreng di food court.
Dilansir dari infofoodcourt.com, kisah Khow menarik perhatian karena latar belakangnya yang tidak biasa. Ia pernah bekerja selama 12 tahun di Din Tai Fung, restoran yang dikenal luas di Asia dengan hidangan Chinese food berkualitas tinggi. Pengalaman panjang tersebut membentuk keahliannya, terutama dalam mengolah nasi goreng.
Kini, Khow mengelola kedai bernama Yi Family Dynasty Fried Rice yang berlokasi di Telok Blangah Crescent Market & Food Centre, Singapura. Berbeda dari kebanyakan penjual nasi goreng, ia menawarkan hingga 11 varian menu dengan beragam pilihan isi dan topping.
Menariknya, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari sekitar 4,30 dolar Singapura atau setara Rp 50 ribuan. Dengan porsi yang besar, satu sajian bahkan bisa dinikmati oleh 2 hingga 3 orang sekaligus.
Sebelum fokus pada nasi goreng, Khow sempat mencoba usaha lain dengan menjual misoa khas Taiwan. Namun, bisnis tersebut tidak bertahan lama. Kesempatan baru datang ketika ia mengambil alih sebuah kedai nasi goreng yang sebelumnya dimiliki oleh seorang penjual lanjut usia tanpa penerus.
Dalam racikan masakannya, Khow tidak hanya mengandalkan teknik profesional dari dapur restoran. Ia juga memadukan resep rumahan warisan sang ibu, yang memberikan sentuhan rasa autentik dan penuh nostalgia.
Menurutnya, cita rasa klasik dari masakan generasi sebelumnya memiliki nilai tersendiri. Lewat hidangannya, ia ingin menghadirkan makanan rumahan yang bisa membangkitkan kenangan dan rasa rindu akan masakan keluarga.
Bagi Khow, bisnis ini bukan sekadar menc\ari keuntungan, tetapi juga menghadirkan comfort food yang mampu menyentuh emosi pelangganโterutama bagi mereka yang merindukan masakan khas rumah.





